Hati mengungkap kebisuan
Tanya tiada teman
Itulah kesendirian
Teman tiada lawan
Itulah kebohongan

Inikah kesalahan?
Se4mua terbumgkam
Inikah keindahan?
Semua terdiam
Itukah teman menanyakan tanpa jawaban?






Disini kembali menangisi hidup
Hingga wajah kasih hilanh lenyap terbakar
Lidah menggosongkan hati
Baraluka hiasi mimpi
Aku mengigil
Kemudian berlari diantara lintang
Orang-orang yang penuh dosa
]sambil mendesirkan nama-MU dari kejahuan
Kupandang arah isi hatiku
Diman senja turunkan merah

Pada puncak ketinggian air mata
Pada bentangan laya maya
Mendekap hening sunyi
Senyum tangis ku menjadi pertanyaan
“Tuhan dimanakah bunga kebahagian itu”?
Padahal lintag semakin muram menjauh
Meracun membuas untuk itu
Sorotmata takl kuasa dekap nya





Disini
Dibawah rasa trakud dan cemas
Kubnagun hidupku yang baru
Dari kain –kain sederhana dan cerita serupa
Duka dan air mata
Kian nafas kesunyian meniup lagu rindu
Sepanjang bintang bersinar
Detak jantung kian dekat memanggil-MU
Kala fajar hiasi langit
]temani tidur insan pujangga
Dalam membaca kota yang tertidur pulas
Tuk terdampar dalam indak kebahagian


Nama dalam lingkungsn hsti
Untuk mmeraih cahaya ilahi
Rahasi-Nya dalam diri ini
Hitam kenyataan hidup ini
Akan menjadi bersih putih
Manis dan sejuk tuk dilalaui
Ilahi Robbi satu kata yang pasti
Damai hati bersama kekasih hati
Amat su;lit sulit di tebak dan dimenngerti
Hanya bvisa menoreh tinta cinta dalam kehidupan





Menebak arah tanpa pasti
Menabur arah tanpa pamri
Linkari cinta yang kau beri
Senyum jiwa yang kau hargai
Pamri tulus sulit di mengerti
Ketika jalan hidup termsuki
Mencari kesejukan dahati yang hakiki
Hinga surya memancar
Tulisan kata indah bersinar
Hinga surya pergi keperaduan
Sesal kan kepergian takkan tertahankan
Hingga sang rembulan menyapa malam
Kau temui ia bersemayam
Hingga tetes air mata tandingi semesta alam







Kutipan kata bak mutiara kapan jiwa membaca
Mukjizat nyata tanpa ragu padanya
Haarp jati dirti kembali di mengerti
Mulai raga tuk kembali suci kembali
Menutup ruan ,kaji diri
]kini kesendirian tak terpungkiri
Jurangbadai menanti diri
Pelangi menjemput diri
Kembali tuntup jalan yag di nanti
Mengapai kemulian hidup ini






Pena lingkari
putih kertas ternodai
Terengut tak bermakna hidup ini
Noda hitam melekat sejati
Sucikan noda bagai cerca berhias
Than tangis derita ini
Cahya kasih kembali
Demi kertas putis yang ternodai
Ajl hidup tak dimengerti
Nyanyi kelebat tak terulangi
Htam pekat kan terganti